Breaking News

Pj Bupati Aceh Tamiang Buka Program Gerakan Tanam Padi Upaya Pengendalian Inflasi


Global-hukumindonesia.com, Aceh Tamiang - Usainya laksanakan kegiatan Gerakan Panen Bawang Merah upaya pengendalian Inflasi Daerah, Pj Bupati Aceh Tamiang, Drs. Asra bersama rombongan berkunjung ke-Kampung Telaga Meuku 2, Kecamatan Banda Mulia guna membuka program Gerakan Tanam Padi di Musim Tanam II (Gadu) 2024 dengan melakukan penanaman perdana padi di areal persawahan setempat. Senin, 3/5/2024.

Dalam kegiatan tersebut, Pj Bupati Drs. Asra memaparkan, "Gerakan tanam Padi merupakan bagian dari intervensi Pemerintahan Kabupaten dalam pengendalian inflasi daerah. Ini sekaligus memastikan produksi padi sebagai bahan pangan pokok bangsa kita tetap terjaga,

Hal ini, dilakukan menindaklanjuti arahan Pj. Gubernur Aceh yang meminta para Kepala Daerah aktif dalam pengendalian inflasi di daerahnya masing-masing melalui sejumlah intervensi", papar Asra.

Lanjut Pj Bupati, "Guna pengendalian inflasi daerah, sejumlah strategi intervensi telah dilaksanakan oleh Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang. Seperti berkoordinasi dan membangun kerjasama antar daerah untuk pemenuhan pasokan kebutuhan bahan pangan, penguatan produksi lokal untuk komoditi padi dan tertentu, serta operasi pasar murah,

Angka inflasi sudah relatif normal. Ia mengakui, terjadi fluktuasi harga yang dinamis saat Ramadan dan Idul Fitri yang lalu, sesaat lagi Menghadapi Hari Raya Idul Adha 1445 H, nantinya tidak terjadi gejolak fluktuasi harga yang berarti,

Berharap, memasuki lebaran Haji (Idul Adha) angka ini tidak naik. Maka dari itu sejumlah intervensi kita lakukan, untuk mengendalikan kemungkinan fluktuasi harga, sehingga harga tetap normal", ujar Asra.

Drs. Asra, menambahkan, "Multiplyer effect antara inflasi harga bahan pangan dengan penurunan angka stunting. Bila inflasi bisa kita kendalikan melalui sejumlah intervensi, berarti menjaga daya beli masyarakat. Di asumsikan kecukupan gizi masyarakat terpenuhi, dan stunting bisa kita cegah", tambah Pj. Bupati Asra.

Pada kesempatan itu, Kepala Distanbunnak, Yunus, melalui Kabid Produksi & Perlintan, Irwan Hadi, didampingi Koordinator BPP Banda Mulia, Umar Dhani dan para penyuluh pertanian secara terpisah menjelaskan, total luas baku sawah di Kecamatan Banda Mulia mencapai 1.166 hektar. Dari luasan ini, sekitar 70 persen lahan akan mengikuti Gertam (Gerakan tanam) padi pada Musim Tanam II Padi Gadu 2024.

“Di Kampung Telaga Meuku 2 sendiri, luas baku sawahnya 385,45 hektar. Keseluruhan lahan ikut Gertam MT II Padi Gadu tahun ini", ucap Irwan.

Diujung acara, Umar Dani selaku Koordinator BPP Banda Mulia menyebutkan, "Sekitar 30 persen lahan sawah akan diistirahatkan, karena ketiadaan sumber atau mesin pompa air, atau digunakan untuk membudidayakan komoditas lainnya", unkapnya.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Pj. Bupati Asra yang didampingi Asisten Perekonomian & Pembangunan Setdakab, Catur Haryati, Plt. Kepala Distanbunnak, Yunus dan Camat Banda Mulia, Eko Prasetyo. (Ls)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA