Breaking News

ASB Geruduk Kantor PUPR Kab Sarolangun, Tuntut Kadis PU Mundur dari Jabatannya


Global-hukumindonesia.com, Sarolangun - Aliansi Sarolangun Bersatu kamis (2/5/2024) geruduk kantor dinas PUPR kabupaten Sarolangun menutut pihak dinas PU Bertanggung jawab atas hasil Pekerjaan PT Kontruksi Pribumi Manggala yang baru 6 bulan sudah rusak berat.

Kerusakan pengaspalan jalan lingkar penghubung antar desa yang berada di kecamatan mandiangin tersebut diduga akibat Lemah nya Pengawasan dari dinas PU.

Selain Lemahnya pengawasan pihak rekanan juga diduga tidak memiliki tenaga ahli yang berkompeten didalam mengerjakan proyek tersebut terbukti pekerjaan baru 6 bulan sudah rusak berat.

Korlap aksi Ahmad Sodikin dalam orasinya menyebutkan jika tenaga ahli yang bersertifikat yang diajukan oleh PT Kontruksi Pribumi Manggala untuk memenangkan tender Bernama Hadi Wijaya namun yang turun ke Lapangan saat Pelaksanaan Pekerjaan Zulkifli seorang pekerja biasa bukan tenaga ahli, atas kelalaian dinas PU Para pendemo meminta kepada dinas PU mundur dari jabatannya.

Setelah beberapa lama berorasi dan membacakan pernyataan sikap ASB disambut oleh Asep yang merupakan Kabid bina marga.

Asep mengucapkan terimakasih kepada Aliansi Sarolangun Bersatu atas informasi yang diberikan dan dikarenakan Pekerjaan pengaspalan tersebut masih dalam masa Pemeliharaan maka dinas PU akan memerintahkan pihak rekanan untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut.

Selanjutnya Aliansi Sarolangun Bersatu mendatangi kantor kejaksaan negeri Sarolangun berorasi dan membacakan pernyataan sikap serta mempertanyakan seperti apa tanggung jawab Kejaksaan terhadap Proyek Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Negeri Sarolangun.

ASB mengantarkan Laporan pengaduan yang diterima Langsung oleh Rikson Kasi Intel.

Beberapa orang utusan Aliansi Sarolangun Bersatu disambut oleh kasi Intel untuk beraudensi di ruang kerjanya.

Ahmad Sodikin ketua Aliansi Sarolangun Bersatu saat audiensi meminta pihak kejaksaan agar bisa menindaklanjuti laporan pengaduan dari Aliansi Sarolangun Bersatu.

"Mungkin disitu masih ada perawatan dan segala macam kami ingin mengetahui jugalah, saling koordinasi, saling komunikasi, jika memang ada indikasi kecurangan atau indikasi tindak pidana kami juga ingin dikonfirmasikan juga, mungkin ada keperluan data tambahan kita siap, aliansi siap mensupport kejaksaan, membantu kejaksaan untuk memberikan informasi dan tambahan data", kata Sodikin.

Rikson mengucapkan, "terimakasih aliansi sudah kunjungan menyampaikan aspirasi terkait adanya pembangunan kegiatan tahun 2023, diawal tahun biasanya dilakukan dulu audit, yang kedua memang masih dalam masa Pemeliharaan, memang tadi disampaikan kawan kawan ada didampingi sama kita, salah satu yang didampingi Pengamanan Pembangunan Strategis, pada prinsipnya kita memang mendampingi terkhusus dalam hal apakah bila adanya, ada yang kita sebut AGHT sama dengan Ruang Hambatan dan Tantangan, memang lebih kepada faktor non tehnisnya, tehnis dalam arti speknya kita memang diluar itu kapasitas kita, tapi kita tetap ada tim ahli yang bisa mengetahui, karena kita bukan ahli kontruksi, kalau kita disebut ahli hukum karena pekerjaan kita di bidang hukum, penyampaian dari kawan kawan semua akan tetap kita tindak lanjut sesuai dengan apa yang disampaikan kawan kawan, ini akan kita telusuri juga akan kita pelajari, nanti kita Surati pihak PU, kita minta prosesnya sejauh apa pemeliharaan ini, kita juga akan meneruskan surat ini kepada kontraktornya, kalau memang terjadi tindak pidana atau kecurangan disitu tidak menutup kemungkinan kita juga akan melakukan Penegakan hukum", Pungkasnya. (Andra)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA