Breaking News

Satresnarkoba Polres Serang Tangkap Pengedar Tembakau Gorilla


Global-hukumindonesia.com Serang - Baru 3 minggu bebas dari lembaga pemasyarakatan, YS (23thn) kembali harus mendekam di balik jeruji besi. Pria warga Desa Cilayang, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, ini ditangkap Satresnarkoba Polres Serang karena kedapatan mengedarkan tembakau gorilla.

Residivis yang sebelumnya mendekam di lembaga pemasyarakatan Serang ini ditangkap saat menunggu konsumen dipinggir jalan Desa Nyapah, Kecamatan Cikeusal pada Rabu (09/08/2023) malam hari. Dari tangan residivis ini petugas mengamankan barang bukti 2 paket tembakau gorilla.

Michael menjelaskan penangkapan pelaku penyalahgunaan narkoba itu bermula dari kecurigaan masyarakat terhadap YS yang baru selesai menjalani hukuman kembali melakukan bisnis narkoba."Penangkapan ini didasari dari kecurigaan masyarakat terhadap YS yang baru selesai menjalani hukuman kembali melakukan bisnis narkoba," kata Michael

Berbekal dari informasi tersebut, Tim Satresnarkoba yang dipimpin Iptu Rian Jaya Surana selanjutnya bergerak melakukan penyelidikan. Sekitar pukul 22.30, petugas berhasil mengamankan tersangka yang saat itu sedang duduk di pinggir jalan. "Saat dilakukan penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan. Dalam penggeledahan ditemukan 2 bungkus plastik bening yang dalamnya berisi tembakau sintetis dari dalam saku celananya," jelasnya.

Michael menjelaskan dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, YS mengakui jika tembakau sintesis itu merupakan miliknya yang dibeli dari pengedar berinisial BT (DPO) seharga Rp 300 ribu. "Tersangka YS mendapat tembakau sintetis ini dari seorang pengedar berinisial BT. Namun YS ini tidak mengetahui keberadaannya karena transaksi dilakukan di jalanan di wilayah Kabupaten Tangerang," jelas Michael.

Michael menambahkan tersangka YS diketahui merupakan residivis yang baru bebas 3 minggu setelah mendekam 4 tahun di Lapas Serang terkait kasus peredaran ganja. Tersangka mengakui terpaksa kembali melakukan bisnis terlarang karena sulit mendapatkan pekerjaan. "Tersangka YS ini merupakan residivis yang baru saja 3 minggu bebas setelah mendekam selama 4 tahun di Lapas Serang terkait kasus peredaran ganja", kata Michael. 

Atas perbuatannya, YS dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Th 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun. (Bidhumas/Abi Irwan)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA