Breaking News

Habib Umar Jelaskan Sejarah Wali Songo


Global-hukumindonesia.com, Sukabumi – Haul Syekh Abu Bakar bin Salim di Cidodol jakarta menjadi peringatan keagamaan yang banyak menyita perhatian kaum muslimin di Indonesia. 

Haul ini bermakna memperingati hari wafatnya sosok tokoh yang monumental, dari ilmu, ajaran dan akhlaknya yang membekas hingga kini.

Habib Umar bin Hafidz menghadiri Haul Syekh Abu Bakar bin Salim yang diselenggarakan di kediaman Al Habib Muhsin Al Hamid, Komplek Hankam Cidodol Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (19/08/2023) berapa hari lalu.

Sementara itu,pendiri Rubath Darul Musthafa Tarim Hadralmaut Yaman ini mengatakan bahwa hadirnya sahabat-sahabat Nabi, keluarga Nabi Muhammad SAW menjadi penerus risalah kenabian yang tidak lepas dari pada Al-Quran.

“Rasulullah SAW mengajarkan kepada para sahabatnya juga zuriyahnya yang mereka menjadi penerus risalah kenabian hingga Islam sampai ke Nusantara dengan wasilah Aulia Tis’ah (Wali Songo)", ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kebaikan Allah menyebar hingga sempurnalah ajaran Islam oleh para Wali Songo di bumi Nusantara.

“Mereka membawa cahaya Islam yang terang benderang dari ajaran Wali Songo dari mereka juga adanya ketersambungan keilmuan (sanad) juga nasab mereka", jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa munculnya para ulama Nusantara sebagai penyebar cahaya keislaman dan hingga kini dikenal oleh masyarakat yang ada di Indonesia.
"Berdatangan para keturunan Rasulullah SAW. Dikenal dengan Wali Songo yang mereka menjadi bintang, menerangi Nusantara", ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ada anugerah yang luar biasa di Nusantara dengan berdirinya Nahdlatul Ulama, jam’iyah yang didirikan oleh Syekh Hasyim Asy’ari.

"Sosok ulama yang turut berperan mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Berjuang untuk kemaslahatan umat Islam Indonesia. Juga adanya Rabithah Alawiyah bermula dari akhlak dan keilmuan mereka para pendahulu (Habaib)",  ungkapnya. (Hadi)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA