Breaking News

Wabup Bangka Secara Rsmi Membuka Pokja ATM, Cegah ATM


Global-hukumindonesia.com, Sungailiat Bangka - Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, S.IP., M.Tr.IP., membuka kegiatan pertemuan forum kemitraan pembentukan kelompok kerja pencegahan dan pengendalian AIDS, tuberkulosis dan malaria (PP ATM) bertempat di Ruang Pertemuan Restouran Pangeran Sungailiat, Kamis (27/7/2023).

Syahbudin sampaikan dalam sambutannya bahwa pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi.

Pasalnya, hal tersebut juga sejalan dengan UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah dinyatakan bahwa Penyelenggaraan pemerintahan daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, dan ke ikhlasan suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Saat ini negara kita Indonesia masuk dalam tiga negara teratas dengan beban jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) yang tinggi di dunia serta memiliki epidemi dan dinamika HIV-AIDS yang kompleks dan tersebar secara luas. Kondisi ini semakin memprihatinkan dengan ditambahnya kasus eliminasi malaria yang sedang memasuki fase krusial dimana terjadi stagnasi penurunan kasus setelah sebelumnya sempat terjadi penurunan kasus sampai dengan tahun 2014", jelasnya.

Dalam Rangka Indonesia berupaya untuk mencapai ending AIDS, Tuberkulosis (TBC) dan Malaria pada tahun 2030, menurut Syahbudin bahwa hal itu sejalan dengan komitmen dengan negara lainnya di tingkat global dan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis dimana terdapat target penurunan angka kejadian (incidence rate) TBC menjadi 65 / enam puluh lima per 100.000/ seratus ribu penduduk; dan penurunan angka kematian akibat TBC menjadi 6 (enam) per 100.000 (seratus ribu) penduduk disamping itu Indonesia perlu mencapai minimal 405 Kabupaten/Kota mencapai eliminasi Malaria di tahun 2024 serta seluruh wilayah Indonesia telah eliminasi paling lambat pada tahun 2030

"Dalam upaya mendukung tercapainya tujuan tersebut maka dipandang perlu adanya peningkatan partisipasi dan peran serta penting dari para pimpinan daerah mulai dari tingkat provinsi sampai dengan tingkat kabupaten/kota bahkan ke tingkat desa hal ini dikarenakan Penyakit Aids, TB dan Malaria (ATM) merupakan penyakit menular yang selalu menjadi perhatian khusus pemerintah yang dalam upaya pencegahan dan pengendalian nya secara operasional tidak mungkin bisa dilaksanakan oleh sektor kesehatan saja akan tetapi memerlukan kolaborasi dan kerjasama dengan sektor non Kesehatan," ujar Syahbudin.

Melalui moment kegiatan ini, Wakil Bupati menginginkan dapat memberikan masukkan dan kontribusi yang positif bagi semua sehingga nantinya bisa mengoptimalkan peran serta partisipasi semua pihak dalam rangka ikut menuntaskan kasus AIDS, TB dan Malaria (ATM) di Desa dalam wilayah Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

"Berkenaan dengan hal tersebut kita semua berharap akan adanya partisipasi dan peran aktif stake holder terkait, peningkatkan kompetensi sumber daya pemerintah daerah, kontribusi penganggaran terhadap pencegahan dan pengendalian ATM sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangan undangan yang berlaku menuju eliminasi ATM tahun 2023," harapnya.

Dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Ten Suyanti, seluruh Kepala Puskesmas di Kabupaten Bangka, Koordinator Program Asosiasi Dinas Kesehatan Bangka Belitung, Suprihatin SKM. (Ali Rachmansyah)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA