Breaking News

Pembangunan Ruang UKS SDN 01/1 Muara Tembesi Diduga Pemborongnya Mau Ambil Untung Besar

Global-hukumindonesia.com, Batanghari - Proyek pembangunan gedung Usaha kesehatan Sekolah (UKS) SDN 01/1 Pasar Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Propinsi Jambi diduga tidak sesuai dengan RAB dan Speknya.

Proyek yang bersumber dari APBD Tahun 2021 melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Batanghari tersebut dengan Nilai yang tidak dicantumkan di papan mereknya, proyek yang dilaksanakan oleh CV. Berkah dengan waktu pelaksanaan 90 hari kalender itu diduga tidak sesuai dengan RAB dan Spek juga nilai anggarannya terkesan ditutupi oleh pelaksana proyek.

Hal ini terlihat saat awak media turun lokasi proyek tersebut dan melihat ada beberapa kejanggalan didalam pelaksaan tersebut, dengan kasat mata terlihat pemasangan tiang besi yang mereka gunakan bersambung dua, dan seolah-olah besi yang dipakai tidak membeli di toko material melainkan besi-besi bekas dan juga banyak terlihat kejanggalan yang ditemukan seperti Plang Papan Informasi Publik dan Atribut K3 tidak terpasang sehingga tidak jelas berapa anggaran yang terserap untuk pembangunan tersebut. Sudah jelas diketahui aturan Undang-Undang keterbukaan informasi publik (KIP) No , 14 tahun 2008 dan Perpres no.54 tahun 2010 dan nomor 70 tahun 2012, yang mengatur setiap bangunan fisik yang dibiayai negara.

Menurut Ketua Pemuda Pasar Muara Tembesi Yanto mengatakan kepada awak media Globl-hukumindonesia.com "Saya sebagai ketua pemuda disini merasa kecewa dengan salah satu bangun yang ada di SDN 01 ini, kenapa tidak, soalnya mereka masuk kesini tidak permisi, baik kepada kelurahan maupun kepada pemuda disini, seharusnyakan  mereka mengasih tahu terlebih dulu kalau ada proyek disni, jadi kami disini dianggap apa buat mereka (pemborong) dan juga sampai saat kami tidak tau siapa yang borong ruangan UKS ini", ujarnya.

"Liatlah perbuatan mereka seolah-olah mau mencari untung besar saja, tidak membutuhkan kwalitas bangunan yang bagus. Kemaren itu kami lihat sewaktu pengecoran tangganya mereka memakai Batu Bata yang pecah dicampur dengan kerikil, lalu pihak pekerja dicorkannya ke tangga tersebut, inikan sudah termasuk mengirit material bangunan, saya berani bongkar tangga tersebut", ucap Yanto.

Sementara itu Peri sebagai masyarakat sekitar juga mengatakan "Kami masyarakat disini jujur katakan sungguh sangat kecewa dengan  proyek tersebut dan kami cuma berharap pembangunan di sekolah SDN 01 ini bagus dan bisa bertahan lama, karena disinilah anak cucu kami nantinya untuk menuntut ilmu", katanya.

"Kalaulah pembangunan disekolah ini terkesan asal-asal ya otomatis sekolah ini tidak akan lama bertahan-nya.Saya rasa pemerintah mengucurkan dana juga sia-sia", tutup Peri. (kadir)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA