Breaking News

Diduga Tidak Standar Pembangunan Oprit Jembatan Ogan IV, Habiskan Anggaran Hampir 10 Milyar

Global-hukumindonesia.com, Baturaja - Pembangunan Oprit jembatan Ogan IV, Desa Lubuk Batang Baru, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan, Tahun 2020 yang lalu dengan judul "Pembuatan oprit jembatan ogan IV lubuk batang, Pagu anggaran sebesar Rp. 9.914.150.000 dengan satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Dan Tata Ruang provinsi Sumatera Selatan dan di kerjakan oleh pihak Kontraktor PT. Gading Utama"  tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai dengan Standar.

Menurut keterangan dari masyarakat yang melintasi lokasi tersebut yang enggan menyebutkan namanya mengatakan "Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah baik itu pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan pemerintah Kabupaten OKU yang telah berhasil membangun jembatan beserta Oprit di Desa Lubuk Batang Baru ini,

Karena selain membantu dan mempermudah kami untuk mengangkut hasil kebun (pertanian), Kami juga sudah tidak susah lagi untuk menyeberangi sungai Ogan ini dengan menggunakan perahu, Dikarenakan ada jembatan ini,

Tetapi sedikit kami sayangkan karna trotoar yang ada di oprit jembatan ini sudah rusak dan ketebalan dari trotoar tersebut diduga tidak sesuai dengan standar mutu yang sudah disyaratkan padahal proyek ini belum lama selesai dibangun,

Serta Pembangunan oprit dari jembatan ogan IV ini terkesan asal jadi saja serta tidak ada pinising yang di lakukan, Seperti yang kita lihat bersama kayu atau papan mal yang ada pada dinding oprit ini tidak di bersihkan lagi, Serta matreal besi yang ada pada dinding dan bagian atas oprit jembatan ini masih banyak yang kelihatan", Jelas warga tersebut.

Lain halnya dengan pantauan team media kami yang melihat Oprit jembatan ini dari sisi pekerjaan diduga tidak sesuai dengan Rencana pekerjaan Yang ada, Terlihat dinding dari oprit tersebut dibangun tegak lurus dan terlihat sedikit mengembang keluar, Serta bagian dari timbunan Oprit tersebut sudah agak menurun dari timbunan awal diduga tidak ada pemadatan timbunan terlebih dahulu untuk pekerjaan tersebut, Serta ketebalan dari trotoar jalan oprit tersebut hanya tebal di bagian sisi kiri kanannya saja, Sedangkan pada bagian tengah ketebalannya hanya sekitar 4 Centimeter saja. Sedangkan pagu anggaran dari proyek tersebut hampir mencari 10 Miliar Rupiah, Diduga ada pengurangan Volume pekerjaan pada proyek tersebut.

Berdasarkan dari hasil analisa kami untuk pembangunan Oprit jembatan ogan IV tersebut, Timbunan tanah diseberang jembatan sungai Ogan sepanjang 95m.Dengan rumus P x L xT, 95M x 10,6M x 8M : 2 = 4.028 Meter Kubik. Untuk timbunan tanah di tambah lebih kurang 1000 Meter Kubik, Jadi jumlah seluruh = 5.028 Meter Kubik, sedangkan harga tanah dalam 1 meter kubik Rp. 100.000 x 5.028 meter kubik menelan biaya sebesar Rp. 528.000.000, dan timbunan tanah untuk wilayah pemukiman sepanjang 104m  menelan biaya Rp. 540.000.000,.  Jadi total biaya penimbunan tanah untuk oprit tersebut Rp.528. 000.000+ Rp 540.900.000 = Rp. 1.068.900.000,-.

Untuk pekerjaan trotoar diseberang sungai 180M dengan tinggi 0.23M dan lebar 1.1 M, Jadi total volume trotoar diseberang sungai 45.5 M/kubik. Sedangkan trotoar diarah pemukiman dengan panjang 208M dengan tinggi 0,23 M dan lebar 1.1M jadi total volume trotoar diarah pemukiman sebanyak 52,6M / kubik, Jumlah keseluruhan volume trotoar pada Oprit tersebut sebanyak 45,5+52,6=100m/kubik, 
Untuk Upah pasang lampu marka jalan 200 buah x Rp. 100.000 = Rp. 20.000.000,-. Jadi total bahan dan upah untuk trotoar tersebut di perkirakan menelan anggaran sebesar Rp. 204.000.000,-.

Sedangkan dinding oprit yang menggunakan bahan Batu kali dalam hitungan kami, P 130M x L 0,4M x T 3M + 1M pondasi dasar = 208 Meter kubik. Dengan rincian upah dan bahan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 145.150.000, Itu kalau lebar ukuran pondasi dasar 1 Meter. 

Untuk cor beton Oprit tersebut dengan total Panjang keseluruhan, P 360M x L 0,4M x T 8M + 2M pondasi dasar = 1.440 Meter kubik. 
jadi anggaran untuk bahan dan upah Cor beton oprit tersebut lebih kurang sebesar Rp. 3.380.438.560,-.

Untuk rincian biaya sewa alat berat pada proyek tersebut sebagai berikut 2 unit alat berat Total biaya alat berat sebesar Rp. 600.000.000

Untuk PPN + PPH  Rp. 1.239.268.750
Jamsostek Rp. 49.570.750 Pengerjaan awal sebesar Rp. 300.000.000,-.

Jadi Total keseluruhan pembangunan Oprit jembatan tersebut dalam analisa hitungan kami menghabiskan anggaran sebesar Rp. 7.264.678.068.
Dari hasil ivestigasi perhitungan team media cetak dan online kabupaten Ogan Komering ulu diduga ada kerugian negara sebesar Rp. 2.649.471.932 dan diduga ada penyimpangan anggaran baik bahan, Matreal dan timbunan tanah untuk pekerjaan pembangunan Oprit jembatan ogan IV desa lubuk Batang baru kecamatan lubuk batang Kabupaten ogan komering ulu provinsi Sumatera Selatan tersebut dengan pagu anggaran sebesar Rp Rp 9.914.150.000 tahun anggaran APBD 2020. Sampai berita ini di terbitkan tidak ada jawaban atau penjelasan Baik itu dari pihak PU BM dan Tata Ruang Provinsi ataupun dari pihak Kontraktor. (Pratikno/team)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA