Breaking News

Lapas Kls IIA Banda Aceh Bersama BLK Lakukan Monev dan Berikan Pelatihan Pembuatan Kerupuk Ikan Tenggiri Kepada WBP

Global Hukum Indonesia, Banda Aceh - Didampingi Kasie kegiatan kerja beserta Staf Lapas Banda Aceh bersama pihak Balai Latihan Kerja (BLK) lakukan Monitoring dan evaluasi (Monev), program pelatihan kerja oleh para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sedang mengerjakan Finishing dan teknik semprot I, bertempat ruang kegitan kerja Lapas Kelas IIA Banda Aceh. Kamis (16/09/2021).

Berlangsungnya kegiatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh Drs. Said Mahdar, S.H., melalui WhatsAppnya menyampaikan kepada Media "Tujuan dilakukan monitoring dan evaluasi guna mengamati untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan dalam pekerjaan yang merupakan proses menentukan nilai dari pekerjaan yang sudah di programkan yang dikerjakan oleh Warga binaan Lapas Banda Aceh.

"Yang sebelumnya sudah menjalin kerja sama Lapas Kelas IIA Banda Aceh bersama Balai Latihan Kerja (BLK) yang di serta MoU dalam pelatihan kemandirian, untuk memberikan bimbingan dan keterampilan bagi WBP pada Rabu 25 Agustus 2021", terangnya.

Selanjutnya "Pelatihan kemandirian mengerjakan Finishing dan teknik semprot merupakan program agar dari WBP memiliki skill, yang nantinya akan menjadi bekal yang dapat dijadikan dasar keterampilan untuk meciptakan lapangan kerja, bila mereka sudah habis menjalani masa pidananya.

Kepala Lapas Drs. Said Mahdar, juga menambahkan "Dari pihak Lapas juga memberikan kegiatan pelatihan kemandirian kepada WBP yang lain, dalam pelatihan Vokasional pembuatan kerupuk ikan tenggiri bagi WBP rehabilitasi Lapas Banda Aceh, merupakan salah satu perwujudan dari 4 struktur dalam program rehabilitasi modalitasi. 

"Yang bekerja sama Lapas Kelas IIA Banda Aceh dengan Dpc UKM - IKM Nusantara Banda Aceh yang di serta MoU pada Jum'at 10 September 2021, dalam memberikan pelatihan Wirausaha pembuatan kerupuk dan sabun cuci piring bagi Warga binaan Lapas Banda Aceh.

"Pelatihan Wirausaha untuk Warga binaan merupakan palatihan kemandirian, guna membentuk kepribadian yang lebih baik dari yang sebelumnya, agar nantinya mereka memiliki skill sebagai dasar modal untuk menciptakan lapangan kerja bila sudah bebas menjalani masa hukuman", ungkap Kelala Lapas Drs. Said. (Leli S)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GLOBAL HUKUM INDONESIA